Perusahaan Demonstran: Obsesi Ikut Demo Chaos

By alwaysnewbie

Obsesi Ikut Demo Chaos

Maimunah mengaku tak pilih-pilih dalam menerima order demonstrasi dari pihak mana pun. Tapi, perempuan yang akrab dipanggil “Mama Mai” itu juga mengaku tak percaya pada partai politik mana pun.

“Entah kenapa, saya kok tak cocok dan tak percaya pada partai politik,” katanya. Salah satu buktinya adalah ketika pemilu. “Baik yang namanya pemilu legislatif, pilpres, maupun pilkada, saya golput. Jadi, orang-orang ramai mendatangi TPS, saya justru santai-santai di rumah,” imbuhnya, dengan nada santai.

Kendati demikian, Mai tetap berharap ada order demo dari parpol. “Iya lah, harus dibedakan. Meski demo, tapi soal aspirasi politik, orang pun boleh lain-lain kan,” ujarnya.

Mai boleh saja berdemonstrasi berkali-kali. Namun, ada satu model demonstrasi yang belum pernah dan sangat ingin dia rasakan. Apa itu? “Saya itu ingin ikut demo yang chaos. Sampai lempar-lemparan batu seperti di Jakarta-Jakarta itu lho. Namun, saya tidak pernah boleh ikut oleh Pak Luko (ketua Pemuda Pusura Luko Djojo, Red),” jelasnya.

Luko sendiri menyatakan, dirinya memang membatasi demonstrasi macam apa yang bisa diikuti keluarga Mai. “Kalau risikonya cukup besar, dan kemungkinan bentrok tinggi, tentu saya tak akan memperbolehkan,” tegasnya.

Pria yang kemarin berulang tahun itu kemudian mencontohkan demonstrasi berdarah melawan warga di Pakal pada pertengahan 2007. Ketika itu, sepuluh orang, termasuk Luko, sampai harus dikepung ratusan warga yang marah. “Tentunya, demo yang kami lakukan selalu terukur. Kami tak mungkin meminta partisipasi Mai untuk demo yang berdarah-darah seperti itu,” ungkapnya.

Namun, Luko mengaku salut pada keberanian keluarga Mai. “Keluarga itu memang luar biasa. Ibunya itu (Marsiyah, Red), bahkan sampai harus dilarang-larang supaya tidak ikut demonstrasi. Kalau ditinggal demo, merayunya harus sampai lama,” katanya. (ano)

Diambil dari Harian Jawa Pos.

Tinggalkan Balasan