Arsip untuk ‘Politik’ Kategori

Menderita Karena Tak Pilih Mega?

April 10, 2008

Ada-ada saja mantan presiden kita ini.

“Saya sudah berkeliling ke daerah lain, semua masyarakat mengeluhkan kondisi sekarang pada saya. Siapa suruh waktu itu mereka tidak memilih saya,” kata Mega saat orasi dalam Kampanye Cagub Jabar, Agum-Nu’man di Lapangan Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (6/4/2008).

“Jadi kalau sekarang rakyat susah, itu karena tidak memilih saya. Tapi malah pilih yang ganteng-ganteng. Para kaum wanita banyak yang tidak punya pendirian. Padahal kalau susah, wanitalah yang pertama merasakan,” tegasnya.

Mega menegaskan, dirinya berbicara seperti itu bukan bermaksud untuk memprovokasi namun. “Kalau provokator itu sembunyi, kalau saya berdiri di sini,” teriaknya.
Berita lengkapnya ada di sini.

Well… jaman PDI yang masih belum PDIP diobrak-abrik dan terjadi kudatuli, saya simpati dengan PDI. Kemudian ada seruan untuk “coblos semua” pada pemilu, saya ikut coblos semua.

Pilpres selanjutnya saya juga pilih PDIP. Kecewa berat waktu Mega kalah dengan Gus Dur. Tapi setelah Mega naik jadi presiden dan tidak pernah menghadiri peringatan peristiwa kudatuli, saya mending golput saja.

Apa bener kalau Mega yang jadi presiden rakyat tidak susah? Mungkin saja! Tapi yang susah adalah presiden penerusnya. Bayangkan kalau minyak sudah 150$ per barrel tapi presiden tidak mau menaikkan harga BBM karena khawatir kalah pemilu seperti yang terjadi pada akhir kepemimpinan Mega. Akibatnya? Presiden berikutnya yang serba susah.

Anyway, kalau ada mantan presiden yang maju lagi di pemilu, saya pilih golput saja atau Gus Dur. :-D

DPR Kualat Slank?

April 10, 2008

Baru satu dua hari ini DPR berulah dengan rencana menuntut Slank karena lirik lagunya yang berjudul “Gosip Jalanan”.

Bahkan ketua Badan Kehormatan DPR mengatakan bahwa Slank Rendahkan Martabat Dewan.

Inilah isi lagu itu:

Pernah kah lo denger mafia judi
Katanya banyak uang suap polisi
Tentara jadi pengawal pribadi

Apa lo tau mafia narkoba
Keluar masuk jadi bandar di penjara
Terhukum mati tapi bisa ditunda

Siapa yang tau mafia selangkangan
Tempatnya lendir-lendir berceceran
Uang jutaan bisa dapat perawan
Kacau balau … Kacau balau negaraku ini …

Ada yang tau mafia peradilan
Tangan kanan hukum di kiri pidana
Dikasih uang habis perkara

Apa bener ada mafia pemilu
Entah gaptek apa manipulasi data
Ujungnya beli suara rakyat

Mau tau gak mafia di senayan
Kerjanya tukang buat peraturan
Bikin UUD ujung-ujungnya duit

Pernahkah gak denger teriakan Allahu Akbar
Pake peci tapi kelakuan barbar
Ngerusakin bar orang ditampar-tampar

Lucunya hanya DPR yang kebakaran jenggot dengan lagu ini. Setelah kasak kusuk di masyarakat sekitar tiga hari, DPR membatalkan rencana gugatan terhadap Slank. Lebih lucu lagi, walaupun tidak jadi menggugat Slank tapi DPR “memanas-manasi” masyarakat untuk memprotes lagu tersebut.

“Badan Kehormatan (BK) menghentikan proses evaluasi terhadap grup band Slank. Pimpinan BK sudah bertemu dengan pimpinan DPR. Tadinya pimpinan akan melanjutkan hal ini ke Komisi III bidang hukum. Kami meminta kesadaran masyarakat sendiri. Coba lihat bait ke tiga lagu tersebut, hal itu menyinggung kaum perempuan,” terang Wakil Ketua BK, Gayus Lumbuun, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (9/4/2008). Berita dapat dilihat di sini.

Betapa lucunya negeri ini, hari itu juga ada berita KPK menangkap lima orang terkait kasus penyuapan. Salah satunya anggota DPR yang cukup terkenal karena menikahi seorang penyayi dangdut. Beritanya di sini.

Azab kah? Kualat kah? Kita lihat saja perkembangannya….